Sambil Menangis, Risma Berjanji Tak Telantarkan Korban Kebakaran

Kompas.com - 10/07/2019, 22:34 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membagikan sejumlah buku kepada anak-anak usai meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan 16 rumah di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Rabu (10/7/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini membagikan sejumlah buku kepada anak-anak usai meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan 16 rumah di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Rabu (10/7/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kondisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini belum sepenuhnya pulih setelah sempat dirawat secara intensif di rumah sakit selama sembilan hari.

Bahkan, pada Selasa (9/7/2019) kemarin, Risma masih harus kontrol ke rumah sakit untuk memastikan kesehatannya benar-benar pulih.

Namun, mendengar adanya informasi kebakaran di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Risma tak tinggal diam dan langsung mendatangi lokasi terjadinya kebakaran, Rabu (10/7/2019) pukul 16.28 WIB.

Baca juga: Risma Siapkan Rusun Penjaringan Sari dan Renovasi Rumah Warga Korban Kebakaran

Ia bersama jajarannya langsung meninjau rumah-rumah yang sudah hangus dilalap si jago merah.

Sampai di lokasi kebakaran, Risma berbincang dengan Ketua RW 3 Margorukun Eko Andriani.

Ketua RW itu menjelaskan pada Risma data-data korban terdampak kebakaran, termasuk para korban yang rumahnya hangus dan sementara ini diungsikan ke Kampung Ilmu, Jalan Semarang, Surabaya.

Risma juga berusaha menenangkan Eko Andriani yang terlihat sedih dengan mengusap bahunya.

Mendengar sejumlah korban sudah diungsikan, Risma langsung beranjak ke Kampung Ilmu.

Sebelum ke sana, Risma ditahan dan dikerumuni sejumlah anak-anak yang ingin bersalaman.  Saat itu pula, Risma membagikan buku dan bola yang sudah ia tandatangani.

"Yang rajin ya sekolahnya, yang pintar ya," kata Risma sambil membagikan buku.

Kemudian ia meninggalkan lokasi kebakaran dan bergeser ke Kampung Ilmu.

Di sana, Risma tak kuasa menahan tangis melihat warga menyampaikan keluhan lantaran rumah mereka hangus terbakar.

Risma sempat menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Ia terlihat sedih karena korban yang terdampak rata-rata sudah sepuh atau berusia lanjut.

"Bapak Ibu yang sabar ya. Saya pasti bantu semuanya, enggak mungkin saya telantarkan," ucap Risma.

Baca juga: Tinjau Kebakaran 16 Rumah di Surabaya, Ini Kata-kata Risma ke Warga

Ia pun memastikan akan membantu korban dengan memindahkan ke rusun Penjaringan Sari yang masih kosong. Selain itu, rumah warga milik perorangan dibantu merenovasi rumah menggunakan program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK).

Sementara itu, bagi rumah warga korban kebakaran yang lahan rumahnya milik PT KAI akan dibantu menggunakan dana non APBD.

"Kami akan bantu semampu kami ya. Jadi sebagian nanti ada yang tinggal di rusun. Kalau sudah siap, besok langsung saya boyong ke rusun," kata Risma.

Salah satu warga berterimakasih dan mendoakan Risma agar selalu sehat dan bisa melayani masyarakat dengan baik.

"Jangan sakit lagi ya, Bu Risma, sehat terus Bu. Terima kasih sudah ada perhatian," kata salah satu warga sambil menangis.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menyampaikan, kondisi Risma sudah lebih baik setelah pada Selasa (9/7/2019) sudah kontrol kesehatan ke rumah sakit.

Ia menyebut, hasil pemeriksaan dokter kondisi Risma sudah lebih baik dan mengalami banyak perubahan. Hanya saja Risma tetap diminta untuk menjaga kondisi kesehatannya dengan baik.

"Ibu ke lokasi kebakaran mendadak setelah dapat laporan kepala OPD. Kondisinya lebih baik, susah lebih sehat. Ibu bisa jalan dan sekalian terapi menggerakkan otot-ototnya ke lapangan," kata Fikser.

Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (10/7/2019) pagi pukul 9.30 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 10.45 WIB.

Kobaran api itu melahap 16 rumah dan 11 rumah lainnya yang ikut terdampak. Hasil pendataan, baik rumah yang terbakar dan terdampak dihuni 42 kepala keluarga atau atau 112 jiwa. Namun, tak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Dibegal, Rekan Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Curiga

Sebelum Dibegal, Rekan Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Curiga

Regional
Begini Cara Polisi Ajari Santri Deteksi Berita Hoaks

Begini Cara Polisi Ajari Santri Deteksi Berita Hoaks

Regional
Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Regional
Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X