Cerita Risma Selamatkan Aset Pemda, Kosongkan Mes Persebaya hingga Ambil Alih Kolam Renang

Kompas.com - 21/06/2019, 19:36 WIB
Wali Kota Surabaya Risma hadiri pemeriksaan sebagai saksi pelapor kasus YKP Surabaya, Kamis (20/6/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALWali Kota Surabaya Risma hadiri pemeriksaan sebagai saksi pelapor kasus YKP Surabaya, Kamis (20/6/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memproses kasus dugaan penyalahgunaan lahan melalui Yayasan Kas Pembangunan (YKP). Langkah hukum tersebut adalah tindak lanjut laporan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma mengaku sudah sejak 7 tahun lalu berupaya meminta aset Pemkot Surabaya dari YKP, karena dia yakin, modal awal yang digunakan YKP dalam usaha properti adalah dari APBD Kota Surabaya.

"Saya tidak berhenti sejak 2012, saya pernah minta sendiri ke YKP, lapor gubernur, hingga lapor ke KPK," kata Risma usai diperiksa sebagai saksi pelapor di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Sejak menjabat wali kota Surabaya, Risma memang terkenal getol berburu aset Pemkot Surabaya yang hilang atau dikuasai pihak lain. Dia bahkan tidak segan-segan melaporkan pihak yang dianggap melanggar hukum dalam kepemilikan aset tersebut.

Baca juga: 2 Jam Diperiksa, Risma Jawab 14 Pertanyaan Seputar Kasus YKP

Mei lalu, dia bahkan mengosongkan mes tim sepak bola kebanggaan warga Surabaya, Persebaya, di Jalan Karanggayam Surabaya.

Kata Risma saat itu, bagaimana pun juga aset Pemkot Surabaya harus diselamatkan.

"Saya harus melaporkan penggunaan aset setiap tahunnya kepada BPK," kata Risma.

Berdasarkan catatan Kompas.com, periode 2016 dan 2017 setidaknya ada 20 aset yang diselamatkan Pemkot Surabaya, dengan total luas hampir 553.000 meter persegi dengan nilai sekitar Rp 617 miliar.

Aset tanah dan bangunan itu di antaranya, Indragiri 4, Upajiwa, YARSIS, RMR Kelurahan Kalirungkut, RMR Kelurahan Panjangjiwo, Raci, KKI Kelurahan Kebraon, AJB Bumi Putera Jalan Basuki Rahmat dan tanah Makam Keputih, Dupak, Pakuwon (Sumber Rejo), TPA Benowo, Unmer, PT Grade Family View dan Maspion.

Pada 2018, Pemkot Surabaya juga telah berhasil mengambil alih gedung Gelora Pancasila di Jalan Indragiri dan gedung kolam renang Brantas di Jalan Irian Barat, Surabaya.

Kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, penyelamatan aset tersebut tidak lepas dari kerja sama Pemkot Surabaya dengan pihak penegak hukum seperti Polrestabes Surabaya, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Tanjung Perak, dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

"Prosesnya tidak mudah, perlu kajian hingga penelusuran dokumen yang sangat rumit. Bahkan ada dokumen pendukung utama yang sudah hilang," jelasnya.

Proses pengamanan aset, kata dia, dilakukan dengan 3 cara, yakni dengan pengamanan secara fisik, pengamanan secara administrasi, dan secara hukum.

"Pengamanan fisik berupa pemberian papan nama dan pemagaran, pengamanan administrasi berupa pemberian nomor register, dan pengamanan hukum berupa penerbitan sertifikat," jelasnya.

Baca juga: Risma Hadiri Pemeriksaan Kasus Penyalahgunaan Aset YKP Surabaya

Tugas Risma berburu aset belum selesai, karena sampai saat ini ada sejumlah aset Pemkot Surabaya yang masih belum kembali ke tangan Pemkot Surabaya seperti PT KYS di Urip Sumoharjo, Jalan Kalisosok no 27, Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Jimerto (no 41, 44, 45, 47, 48, 51), PT Star Jalan Kusuma Bangsa, dan PT Abattoir Jalan Banjar Sugihan.

Lalu Kantor Satpol PP Jalan Jaksa Agung Suprapto no 8, PT Arbena Jalan Bung Tomo no 4, PT KKI Kelurahan Kebraon, Lapangan Kuning Jalan Dukuh Kupang Barat 1 no 33A, dan aset di Kenjeran nomor 254. (K15-11)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hak Remisi Napi Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Dicabut, Tak Bisa Urus Pembebasan Bersyarat

Hak Remisi Napi Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Dicabut, Tak Bisa Urus Pembebasan Bersyarat

Regional
Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Regional
Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Regional
'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X