Dolly, Dari Kawasan Eks Lokalisasi Menjadi Kampung Laundry

Kompas.com - 20/06/2019, 06:00 WIB
Suasana di gang Dolly, saat malam terakhir, sebelum jadi ditutup oleh Pemkot Surabaya, Selasa (17/6/2014). KOMPAS.com/YATIMUL AINUN Suasana di gang Dolly, saat malam terakhir, sebelum jadi ditutup oleh Pemkot Surabaya, Selasa (17/6/2014).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kawasan Dolly atau Gang Dolly di Pasar Kembang, Surabaya, dulunya terkenal sebagai kawasan lokalisasi atau tempat hiburan malam. Namun di era kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini atau Risma, kawasan ini ditutup. 

Pelan namun pasti, kawasan ini juga mulai berubah menjadi kawasan ekonomi baru. 

Kasi Perekonomian Kecamatan Sawahan Abdul Bahri mengatakan, perubahan kawasan Dolly pascaditutupnya lokalisasi disebut tidak luput dari pembinaan dan pembelajaran semua pihak.

Saat Dolly ditutup pada 18 Juni 2014, Abdul Bahri yang berdinas di Kelurahan Kedung Cowek, Surabaya, dipindah sebagai Kasi Perekonomian di Kecamatan Sawahan.

Ia diminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk membangun UKM bagi warga di kawasan Dolly.

Baca juga: Kisah Jarwo Susanto: Dulu Tolak Penutupan Dolly, Kini Sukses Jadi Pengusaha Tempe

"Ibu Wali Kota Surabaya mempercayakan saya untuk ditempatkan di kasi perekonomian untuk membina UKM. Alhamdulillah itu suatu barokah bagi saya dan banyak pembinaan UKM yang berhasil," kata Abdul Bahri, belum lama ini.

Menurut Bahri, saat ini Dolly sudah banyak berubah dan warganya sudah tidak tergantung dengan bisnis prostitusi itu. Melalui pembinaan, baik dari Pemerintah Kota Surabaya maupun lembaga swadaya masyarakat, warga Dolly kini telah berhasil merintis berbagai usaha.

"Bang Jarwo dengan usaha tempenya adalah salah satu tokoh perubahan yang berhasil mengangkat martabat warga Dolly menjadi lebih baik. Itu yang patut kita hargai," ujarnya.

Jadi kampung laundry

Kasi Perekonomian Kecamatan Surabaya Abdul Bahri (seragam cokelat) saat mengikuti seminar Spiritual In Action: Tempe Bang Jarwo dan refleksi lima tahun penutupan Dolly di Aula MM FEB Unair, Surabaya, Selasa (18/6/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Kasi Perekonomian Kecamatan Surabaya Abdul Bahri (seragam cokelat) saat mengikuti seminar Spiritual In Action: Tempe Bang Jarwo dan refleksi lima tahun penutupan Dolly di Aula MM FEB Unair, Surabaya, Selasa (18/6/2019).
Pemerintah Kota Surabaya, lanjut Bahri, akan membuat kawasan Dolly menjadi kampung laundry. Rencana itu sudah dirapatkan bersama jajaran Pemkot Surabaya.

"Jadi kampung laundry itu untuk masyarakat, khususnya warga Dolly. Hasil survei yang kami lakukan, banyak warga yang membuka usaha laundry," terangnya.

Nantinya, konsumen yang ingin me-laundry-kan pakaian bukanlah masyarakat setempat. Tetapi, pihak hotel yang melaundrykan cucian ke warga yang berwirausaha laundry di kawasan Dolly.

Baca juga: Warga Dolly yang Gugat Pemkot Surabaya Bantah Dukung Prostitusi

Ia menyebut, Pemkot Surabaya berencana melakukan kerja sama dengan persatuan hotel se-Surabaya untuk merealisaaikan hal tersebut.

"Jadi yang bekerja masyarakat Dolly, yang me-laundry dari pihak hotel," ujarnya.

Ia yakin ke depan Dolly akan lebih maju lagi, meski saat ini masih ada beberapa kekurangan. Karena itu semua pihak yang peduli dengan warga di kawasan Dolly diharapkan tidak berhenti memberikan pembinaan dan pembelajaran.

"Kami juga akan terus membina warga Dolly, pemkot tentu tidak mungkin bisa kalau tidak ada kerja sama dari semua pihak," ucapnya.

Baca juga: 5 Berita Terpopuler Nusantara, Warga Kampung Dolly Gugat Risma hingga Fakta Si Macan Asia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Regional
Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata,

Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata,

Regional
Sopir Taksi yang Dipaksa Ratusan Warga Bawa Jenazah Pasien Covid-19 Jalani Rapid Test

Sopir Taksi yang Dipaksa Ratusan Warga Bawa Jenazah Pasien Covid-19 Jalani Rapid Test

Regional
Kronologi Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar karena Kesal Diteriaki 'Minggir Bos'

Kronologi Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar karena Kesal Diteriaki "Minggir Bos"

Regional
Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Duduk Bareng Saja

Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Duduk Bareng Saja

Regional
Ini Alasan Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata

Ini Alasan Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata

Regional
Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Regional
Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X