5 Fakta Ngabuburit Bareng Siswa SD Kristen dan Siswa Madrasah di Jombang, Bantu Wudhu hingga Shalat Maghrib di Kompleks Sekolah

Kompas.com - 29/05/2019, 08:17 WIB
Para siswa dan guru MI Islamiyah menggelar shalat Maghrib di komplek SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) malam.
           KOMPAS.com/MOH. SYAFIIPara siswa dan guru MI Islamiyah menggelar shalat Maghrib di komplek SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) malam.

KOMPAS.com - Puluhan siswa Sekolah Dasar Kristen (SDK) Petra di Jombang Jawa Timur menggelar acara ngabuburit dengan para siswa dari sejumlah sekolah di Jombang, termasuk dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, pada Senin (27/5/2019).

Menurut Kepala MI Islamiyah Muhammad Sholihun Nadir mengungkapkan, pertemuan antara siswanya dan anak-anak dari SD Kristen Petra diharapkan bisa menjadi modal untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan antarelemen bangsa.

Setelah berbuka, para siswa dan guru pun menggelar shalat maghrib bersama di kompleks SD Kristen Petra tersebut.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Merawat sikap toleransi sejak dini

Suasana saat anak-anak SD Kristen Petra Jombang Jawa Timur menyambut kedatangan para siswa MI Islamiyah Plosogenuk, Perak, Jombang, Senin (27/5/2019) petang.                          KOMPAS.com/MOH. SYAFII Suasana saat anak-anak SD Kristen Petra Jombang Jawa Timur menyambut kedatangan para siswa MI Islamiyah Plosogenuk, Perak, Jombang, Senin (27/5/2019) petang.

Koordinator Gusdurian Jombang Aan Ansori mengatakan, kegiatan ngabuburit dan buka puasa bersama di SD Kristen Petra tersebut bertajuk "Ramadhan Warna-Warni".

Menurut Aan, tujuannya kegiatan itu adalah agar watak toleran serta kebersamaan dalam keberagaman bisa tertanam kepada anak-anak sejak usia dini.

"Tentu, tujuan besarnya adalah merawat persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman, yang merupakan aset berharga bangsa Indonesia," kata Aan Ansori.

Baca Juga: Kisah Toleransi Murid-murid SD Kristen yang Jadi Tuan Rumah Buka Puasa Siswa Madrasah

2. Bermain bersama sebelum buka puasa

Suasana saat anak-anak dari MI Islamiyah, SD Kristen Petra, SD Kristen Wijana, serta anak-anak GKJW Bongsorejo dari SDN Grogol 2 bermain bersama menjelang acara buka puasa bersama di SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) petang.
              KOMPAS.com/MOH. SYAFII Suasana saat anak-anak dari MI Islamiyah, SD Kristen Petra, SD Kristen Wijana, serta anak-anak GKJW Bongsorejo dari SDN Grogol 2 bermain bersama menjelang acara buka puasa bersama di SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) petang.

Sore itu suasana meriah hadir di wajah para siswa yang berkumpul dan bermain bersama di SDK Petra Jombang.

Mereka bermain dan bergembira bersama. Sebagian siswa juga tampak berkeliling di dalam kompleks SDK Petra.

Setelah adzan berkumandang, para siswa dari SD Kristen Petra mengajak siswa dan guru dari MI Islamiyah memasuki sebuah ruangan yang sudah tersaji makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Siswa dan guru dari MI Islamiyah, serta dari beberapa sekolah lainnya, menunaikan berbuka puasa bersama dengan para siswa dari SD Kristen Petra, SD Kristen Wijana, serta anak-anak GKJW Bongsorejo dari SDN Grogol 2.

Baca Juga: Tumbuhkan Toleransi, Umat Kristiani di Depok Bagi-bagi Takjil

3. Shalat maghrib di kompleks sekolah

Siswa SD Kristen Petra Jombang membantu salah satu siswa MI Islamiyah berwudlu sebelum menggelar shalat Maghrib di komplek SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) malam.                         KOMPAS.com/MOH. SYAFII Siswa SD Kristen Petra Jombang membantu salah satu siswa MI Islamiyah berwudlu sebelum menggelar shalat Maghrib di komplek SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) malam.

Seusai buka puasa bersama, sejumlah siswa SD Kristen dibantu para guru menyiapkan tempat untuk rombongan dari MI Islamiyah melaksanakan shalat Maghrib.

Sejumlah siswa yang tak menunaikan ibadah shalat, tampak melayani para siswa MI Islamiyah untuk berwudhu dengan cara memegangi selang air.

"Karena di sini tidak keran air untuk fasilitas wudhu, kami minta anak-anak untuk melayani wudhu dengan menggunakan selang air," ujar Kepala SD Kristen Petra Riri Nurini Setia Ningrum.

Para siswa MI Islamiyah bersama para guru melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di atas karpet dan sajadah yang digelar di depan pintu gerbang Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Baca Juga: Pesarean Gunung Kawi, Jejak Perjuangan Pengawal Diponegoro serta Wujud Toleransi Etnis dan Agama

4. Harapan untuk bisa terus berteman

Siswi MI Islamiyah dan SD Kristen Petra Jombang, saat berpose bersama di depan pintu tangga menuju Gereja Kristen Indonesia (GKI), menjelang acara buka puasa bersama di SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) petang.                      KOMPAS.com/MOH. SYAFII Siswi MI Islamiyah dan SD Kristen Petra Jombang, saat berpose bersama di depan pintu tangga menuju Gereja Kristen Indonesia (GKI), menjelang acara buka puasa bersama di SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) petang.

Setelah shalat Maghrib, para siswa dari empat sekolah kembali berkumpul di lapangan SD Kristen Petra. Mereka bermain bersama, bercengkerama, serta berbagi kenang-kenangan.

"Senang, bisa ketemu teman-teman dari sekolah lain meski beda agama," ujar Restu Abdul Hakim, salah satu siswa MI Islamiyah, saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, menurut Restu, pertemanan dengan anak-anak di sekolah lain, termasuk dengan siwa non-Muslim sangat berkesan.

"Harapannya masih bisa terus berteman," ujar Restu. Hal senada diungkapkan Meidelin, siswi SD Kristen Wijana, Jombang.

"Ternyata asyik punya teman banyak," ujarnya.

Baca Juga: Soal Tolak Wisata Halal, Wagub NTT: Semata-mata untuk Menjaga Toleransi yang Sudah Baik

5. Harapan para kepala sekolah

IlustrasiKompas.com/Wicak Hidayat Ilustrasi

Kepala Sekolah SDK Petra, Riri Nurini Setia Ningrum, mengatakan, pertemuan antara siswanya dan siswa dari sekolah lain, termasuk dengan MI Islamiyah, bisa membangun toleransi di kalangan anak didiknya.

Menurut dia, kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Jombang selama ini sudah terjaga dengan baik. Situasi itu, kata Riri, perlu tetap dirawat dan perlu dibangun sejak usia dini.

"Harapan kami, toleransi itu ada sejak usia dini. Makanya, kami berkumpul di sini untuk memupuk rasa toleransi itu kepada anak-anak," ujar Riri.

Senada, Kepala SD Kristen Wijana Jombang Yuliana Sriwahyu Ningsih mengatakan tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat anak-anak berbeda agama bisa berkumpul dan bermain bersama.

"Lewat acara yang penuh persaudaraan ini, bisa membangun persatuan, anak-anak menghargai sebuah perbedaan, dan itu akan berguna bagi anak-anak di masa depan," kata Yuliana.

Lalu, menurut Kepala MI Islamiyah Muhammad Sholihun Nadir, pertemuan antara siswanya dan anak-anak dari SD Kristen Petra diharapkan bisa menjadi modal untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan antarelemen bangsa.

Baca Juga: Kisah Toleransi Dosen yang Sediakan Makanan untuk Mahasiswa yang Puasa

Sumber: KOMPAS.com (Moh. Syafií)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X