Kata Mahasiswa Universitas Brawijaya Soal Pemilu 2019 dan Pahlawan Demokrasi yang Gugur

Kompas.com - 27/04/2019, 09:12 WIB
Mahasiswa semester 8 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Diah Charisma Lestari saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKMahasiswa semester 8 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Diah Charisma Lestari saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)

Baca juga: Risma Berikan Pekerjaan untuk Anak Petugas KPPS yang Meninggal

Mahasiswa semester 8 yang aktif di unit kegiatan English for Specific Purposes itu menganggap secara keseluruhan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 sudah berjalan baik.

“Walaupun masih banyak kekurangan, secara garis besar lancar. Kan kita tahu partisipasi pemilih kali ini lebih besar,” katanya.

3. Diah Charisma Lestari

Mahasiswa semester 8 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Diah Charisma Lestari mengatakan, Pemilu serentak terlalu memberatkan bagi penyelenggara di lapangan. Dia menilai, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif sebaiknya dipisah. Tidak dijadikan serentak seperti Pemuli 2019 kali ini.

“Kayaknya tidak usah digabung. Nggak semua orang memiliki daya tahan fisik yang kuat. Saya paham kenapa banyak korban. Itu nyawa manusia demi pemilihan sedangkan hasilnya masih diperebutkan oleh kedua pihak,” katanya.

Diah menilai, KPU kurang maksimal dalam mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara. Menurutnya, dengan beban KPPS yang harus menghitung lima jenis surat suara harus sesuai dengan bayaran yang didapatkannya.

Baca juga: KPU soal Santunan Pemilu: Korban Meninggal Dunia Rp 36 Juta, Sakit Rp 8 Juta-Rp 30 Juta...

Sedangkan dari sisi waktu, KPU kurang mempertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan KPPS untuk menyelesaikan penghitungan lima jenis surat suara itu.

“Dari segi fee, kemarin (Pilkada serentak) berapa surat suara yang harus dipilih, dibanding sekarang (Pemilu serentak) yang dua kali lipat (jenis surat suara). Dari segi fee harusnya sesuai dengan itu. Kalau misalnya dari segi waktu, kemarin sampai jam berapa, sekarang ada berapa yang harus dihitung. Dari segi waktu kurang dipertimbagkan,” jelasnya.

4. Vika Dwi Apriliana

Mahasiswa semester 4 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Vika Dwi Apriliana mengatakan, seluruh petugas KPPS seharusnya mendapat jaminan asuransi sebagai antisipasi dari kejadian di luar dugaan.

“Kalau dari petugas pelaksananya sudah bangga, bahkan sampai ada yang meninggal. Hanya dibutuhkan asuransi,” katanya.

5. Clarinta Ayu

Mahasiswa semester 6 Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Clarinta Ayu mengatakan, pelaksanaan Pemilu Serentak harus diperbaiki supaya tidak ada kasus suara tercoblos seperti yang terjadi di beberapa TPS.

“Kemarin rusuh adanya surat suara tercoblos itu kan, nah itu kayaknya harus diperbaiki, gimana caranya supaya tidak ada kecurangan seperti itu,” katanya.

6. Alifah Davida

Mahasiswa semester 6 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Alifah Davida saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Mahasiswa semester 6 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Alifah Davida saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)
Mahasiswa semester 6 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Alifah Davida menilai pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 sudah berjalan dengan baik meski ada beberapa kendala teknis yang harus diperbaiki.

“Menurut saya pelaksanaan Pemilu sudah sangat baik. Sudah sangat dipersiapkan dari jauh hari,” katanya.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Regional
Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Regional
Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Regional
Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Regional
Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Regional
Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Regional
Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Regional
PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

Regional
Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Regional
Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Regional
Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Regional
Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Regional
Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Regional
Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X