Ini Alasan Dua Pelaku Mutilasi Mayat dalam Koper

Kompas.com - 15/04/2019, 17:07 WIB
2 pelaku pembunuhan mayat dalam koper diamankan di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL2 pelaku pembunuhan mayat dalam koper diamankan di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com — Kepada polisi, Aris Sugianto dan Azis Prakoso mengaku hilang akal saat memutuskan untuk memisahkan kepala dan tubuh Budi Hartanto seusai dibunuh pada 2 April 2019 di sebuah warung di Kediri, Jawa Timur.

Mereka hanya berpikir bagaimana agar aksi pembunuhan tidak diketahui orang dan tercium polisi.

Aris dan Azis sudah sepakat untuk membuang jenazah Budi di sebuah tempat di bawah jembatan di Blitar.

"Setelah jenazah dan darahnya dibersihkan, keduanya memasukkan jenazah dalam sebuah koper besar berwarna hitam milik Aris. Namun, saat dimasukkan, ternyata tidak semua tubuh jenazah bisa masuk," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Gupuh Setiyono, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Di Depan Wartawan, Pembunuh Pria yang Mayatnya Ditemukan Dalam Koper Menangis

Akhirnya muncul inisiatif untuk memisahkan kepala dan tubuh Budi Hartanto agar bisa masuk seluruhnya di koper yang disiapkan.

Dua bagian tubuh lalu dibuang di lokasi berbeda dengan mengendarai motor pelaku.

Baca juga: Ini Cerita Keluarga Soal AP, Tersangka Pemutilasi Pria yang Mayatnya Ditemukan dalam Koper

 

Koper berisi tubuh korban dibuang di bawah Jembatan Karang Gondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, sementara bagian kepala korban dibuang di Sungai Ploso Kerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Kedua lokasi berjarak sekitar 5 hingga 6 kilometer.

Pada Rabu (3/4/2019), koper berisi jasad pria yang juga pemilik sanggar tari dan guru tari honorer di Kabupaten Kediri itu ditemukan pencari rumput.

Sementara dua pelaku pembunuhan, yakni Aris dan Azis, diamankan polisi 10 hari kemudian. Aris diamankan di Jakarta, sementara Azis diamankan di Kediri. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Regional
Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Regional
Prosesi Adat Moloopu Sambut Brigjen Pol Wahyu Widada Sebagai Kapolda Gorontalo

Prosesi Adat Moloopu Sambut Brigjen Pol Wahyu Widada Sebagai Kapolda Gorontalo

Regional
Rumah Soekarno di Kampung Lawang Seketeng Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Rumah Soekarno di Kampung Lawang Seketeng Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Regional
Peringati HKN, Ada 'Screening' Talasemia Gratis di Banda Aceh

Peringati HKN, Ada "Screening" Talasemia Gratis di Banda Aceh

Regional
Pemkab Kudus Terima Opini WTP meski Bupati Kena OTT

Pemkab Kudus Terima Opini WTP meski Bupati Kena OTT

Regional
Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

Regional
 Dieksploitasi untuk Tambang Mineral dan Batu Bata, 55 Pulau Kecil Terancam Hilang

Dieksploitasi untuk Tambang Mineral dan Batu Bata, 55 Pulau Kecil Terancam Hilang

Regional
Perekam 'Fitting Room' di Mal Simpan 6 Video Konsumen Perempuan Saat Coba Baju

Perekam "Fitting Room" di Mal Simpan 6 Video Konsumen Perempuan Saat Coba Baju

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X