6 Fakta Foto Jokowi-Ma'ruf di Produk Kondom, Relawan Jokowi Desak Polisi hingga Kampanye Hitam yang Kebablasan

Kompas.com - 11/03/2019, 08:28 WIB
Relawan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK melakukan aksi Gerakan 1000 Rupiah Jokowi-JK di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu, (25/5/2014). Gerakan seribu rupiah tersebut bertujuan untuk membantu pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan budaya gotong royong dan tolak politik uang. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHARelawan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK melakukan aksi Gerakan 1000 Rupiah Jokowi-JK di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu, (25/5/2014). Gerakan seribu rupiah tersebut bertujuan untuk membantu pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan budaya gotong royong dan tolak politik uang.

“Dalam posisinya sebagai pasangan capres-cawapres pun, beliau-beliau adalah tokoh panutan. Mereka putra terbaik bangsa yang sedang diusung jadi pemimpin bangsa ini. Sangat biadab jika disandingkan dengan alat kontrasepsi,” kata Huda.

Baca JugaMMI Desak Polisi Usut Pembuat Kondom Gambar Jokowi-Ma'ruf Amin

3. Dianggap sebagai kampanye hitam yang keji

Koordinator MMI Nurul Huda menyatakan, Jokowi sebagai presiden adalah simbol negara. Sementara Kiai Ma’ruf sebagai ulama adalah simbol moral bangsa. Sangat tak elok, bahkan keji jika foto mereka dijadikan bungkus dan merek kondom.

Kampanye hitam semacam itu tak hanya bertujuan merusak citra Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin, tapi juga bisa berdampak pada rusaknya moral bangsa,” kata Huda melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (10/3/2019) malam.

Seperti diketahui, foto Jokowi-Ma'ruf yang ada di bungkus produk kondom beredar luas sejak Sabtu (9/3/2019).

Baca Juga: Tanggapi Kampanye Hitam, Moeldoko Sebut Banyak yang Kehilangan Logika

4. Melecehkan calon simbol negara

Pasangan capres cawapres nomor urut 02 saat tiba di Hotel Bidakara, tempat berlangsungnya debat capres dan cawapres, Kamis (17/1/2019)Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado Pasangan capres cawapres nomor urut 02 saat tiba di Hotel Bidakara, tempat berlangsungnya debat capres dan cawapres, Kamis (17/1/2019)

Direktur Program Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima, menilai, foto produk kondom di bungkus paket bergambar capres-cawapres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin yang beredar di grup-grup WhatsApp telah merendahkan martabat bangsa.

Pasalnya, Jokowi dan Ma'ruf Amin adalah calon simbol negara. Begitu juga dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

"Pak Jokowi bukan simbolnya partai pengusung dan relawannya. Begitu juga dengan Pak Prabowo, bukan simbol partai dan pengusungnya. Mereka calon simbol negara," kata Bima dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (10/3/2019).

Aria Bima mengatakan, jangan sampai ada hal-hal yang malah merendahkan martabat bangsa.

"Kalau kita tidak bisa menghormati para pemimpinnya sendiri, bangsanya juga tidak akan bisa hormat. Jadi, itu tidak lagi bisa memahami bagaimana keadaban bangsa ini harus kita jaga," ujarnya.

Baca Juga: Beredar Kondom Bergambar Jokowi-Ma'ruf Amin, TKN: Itu Merendahkan Martabat Bangsa

5. TKN akan telusuri kasus foto Jokowi-Ma'ruf di produk kondom

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin Erick Thohir menghadiri deklarasi dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang dilakukan oleh Relawan Perempuan Bandung 01 Bersatu Optimis Indonesia Maju  di Gor Padjajaran, Kota Bandung, Minggu (10/3/2019).  KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin Erick Thohir menghadiri deklarasi dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang dilakukan oleh Relawan Perempuan Bandung 01 Bersatu Optimis Indonesia Maju di Gor Padjajaran, Kota Bandung, Minggu (10/3/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Regional
Tim SAR Evakuasi 51 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Tim SAR Evakuasi 51 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Nihil Gugatan, Aditya-Riyadi Ditetapkan Jadi Paslon Terpilih di Pilkada Tuban 2020

Nihil Gugatan, Aditya-Riyadi Ditetapkan Jadi Paslon Terpilih di Pilkada Tuban 2020

Regional
Bayi 4 Bulan Dicekoki Pamannya dengan Miras, Ini Motifnya

Bayi 4 Bulan Dicekoki Pamannya dengan Miras, Ini Motifnya

Regional
3 Orang Tewas Akibat Longsor dan Banjir di Manado, Pengungsi Hanya Bisa Makan Mi Instan

3 Orang Tewas Akibat Longsor dan Banjir di Manado, Pengungsi Hanya Bisa Makan Mi Instan

Regional
Kronologi Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Kronologi Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Terdampak Banjir Kalsel, Desa Dayak Meratus Rusak Diterjang Longsor, Warga: 4 Lumbung Padi Kami Rusak

Terdampak Banjir Kalsel, Desa Dayak Meratus Rusak Diterjang Longsor, Warga: 4 Lumbung Padi Kami Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X