Target Risma Selanjutnya: Surabaya Jadi Juara Dunia Kompetisi Bidang Desain Kota

Kompas.com - 11/12/2018, 10:30 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma, mengaku harus terus belajar dan bekerja keras lagi pasca meraih The Guangzhou International Award 2018 kategory Online Populer City.

Cara itu dinilai penting agar dirinya tidak merasa puas dengan segala pencapaian yang sudah diraihnya selama memimpin Kota Surabaya.

Sebab, menurut Risma, tujuan awal membangun Kota Surabaya adalah untuk mensejahterakan warganya.

Namun, masyarakat Kota Pahlawan patut berbangga, lantaran dari 560 kota peserta Guangzhou International Award 2018, Surabaya berhasil menjadi salah satu finalis dari 15 finalis dari berbagai kota di dunia.


Baca juga: Komentar Risma Setelah Surabaya Raih Guangzhou International Award 2018

Tak hanya itu, di ajang itu, Surabaya merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara, di mana 80 persen peserta kebanyakan dari Eropa.

Menurut Risma, saat ini Surabaya akan kembali berkompetisi di bidang desain kota tingkat dunia yang diadakan Unesco.

"Kita lagi apply itu. Kita kan desain pedestrian, desain taman," kata Risma, Senin (10/12/2018).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menambahkan, saat berada di Korea Utara, dia bertemu dengan salah satu anggota Unesco.

Baca juga: Surabaya Dinobatkan Jadi Kota Toleran, Ini Komentar Risma

Risma pun sempat berbincang soal penataan desain kota dengan anggota Unesco tersebut.

"Kemarin waktu aku di Korea Utara ketemu salah satu orang Unesco, dia profesor. Dia ngajak coba kamu masukkan, aku lihat gambar-gambarmu," sambung Risma.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Warga Tewas Saat Kerusuhan Wamena, Objek Vital Dijaga 24 Jam

16 Warga Tewas Saat Kerusuhan Wamena, Objek Vital Dijaga 24 Jam

Regional
1.500 Warga Wamena Mengungsi, Kodim Masakan Nasi dan Mi Instan

1.500 Warga Wamena Mengungsi, Kodim Masakan Nasi dan Mi Instan

Regional
Fakta Baru Kerusuhan Wamena, 16 Orang Tewas hingga Ribuan Warga Mengungsi

Fakta Baru Kerusuhan Wamena, 16 Orang Tewas hingga Ribuan Warga Mengungsi

Regional
Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Regional
Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Regional
Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Regional
Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Regional
Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Regional
Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Regional
16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X