Kasatpol PP Surabaya Klaim Penertiban PKL di Gembong sudah Kesepakatan Bersama

Kompas.com - 14/11/2018, 15:31 WIB
Penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya terhadap pedagang kaki lima di Jalan Kapasari atau Gembong, Surabaya, Senin (12/11/2018), berakhir ricuh. KOMPAS.com/GHINAN SALMANPenertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya terhadap pedagang kaki lima di Jalan Kapasari atau Gembong, Surabaya, Senin (12/11/2018), berakhir ricuh.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto memastikan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kapasari atau Gembong, Surabaya, Senin (12/11/2018), sudah melalui sosialisasi sebelumnya dan mendapat persetujuan bersama.

Irvan juga memastikan bahwa pada awal bulan November sudah ada pertemuan dan pengundian nomor stan.

"Jadi, mereka (PKL) itu sudah kami data sejak tahun 2017 dan kemudian kami sosialisasikan. Karena sudah waktunya relokasi, maka kami melakukan penertiban," kata Irvan, Rabu (14/11/2018).

Dari pendataan itu, diketahui ada 118 pedagang dan mereka sudah sepakat untuk berjualan atau masuk ke sentra PKL yang disediakan pemkot di Gembong Asih.

Baca juga: Risma Sebut Penertiban PKL di Gembong yang Berlangsung Ricuh Demi Keadilan

Menurut Irvan, para PKL tersebut juga sudah membuat pernyataan untuk tidak lagi berjualan di tepi Jalan Kapasari, yang selama ini biasa mereka gunakan.

Namun, nyatanya, masih ada pedagang yang berjualan di tempat terlarang itu, sehingga pihaknya punya kewajiban untuk melakukan penertiban.

"Jika ini dibiarkan, tentu akan menimbulkan kecemburuan atau ketidakadilan. Jadi, ini demi rasa keadilan," tutur dia.

Irvan menambahkan, di sentra PKL Gembong Asih itu terdapat 200 stan. Rinciannya, 160 stan di antaranya sudah ditempati, sehingga saat ini ada sebanyak 40 stan yang masih kosong atau belum ditempati.

Oleh karena itu, Irvan mengajak kepada para PKL itu untuk berpindah ke sentra yang telah disediakan Pemkot Surabaya.

Baca juga: Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Sebelumnya, pada Senin lalu (12/11/2018), penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya terhadap PKL di Jalan Kapasari ricuh lantaran PKL menolak ditertibkan karena menilai penertiban terkesan arogan.

Bahkan, truk Satpol PP sempat disandera oleh pedagang yang marah dengan penertiban tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X