Daftar Korban Meninggal dan Luka dalam Kebakaran di Rumah Kos Surabaya

Kompas.com - 30/05/2018, 11:31 WIB
Lokasi rumah kos yang terbakar.KOMPAS.com/Achmad Faizal Lokasi rumah kos yang terbakar.

SURABAYA, KOMPAS.com - Rumah kos 2 lantai di Jalan Kebalen Kulon II nomor 9, Surabaya yang terbakar, Selasa (29/5/2018) siang dihuni 20 orang. Mereka tersebar di 6 kamar. Dua kamar di lantai dasar, 4 kamar di lantai 2.

Dari 20 orang itu, 8 orang di antaranya selamat, 8 meninggal dunia, dan 4 sisanya mengalami luka dan dirawat di Rumah Sakit PHC Tanjung Perak Surabaya dan Rumah Sakit Suwandhie Surabaya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari polisi, 8 korban meninggal, yakni Yanti (39), Aan (35), Prabowo (8), dan Sen Sen (6). Mereka berada di satu kamar, yakni kamar nomor 6 lantai 2.

Selanjutnya, Noviyanti (28) dan Dita (2). Keduanya berada di lantai dasar kamar nomor 2. Lalu seorang ibu bernama Tina Rismayanti (30) dan bayi lelakinya bernama Bintang (3 bulan) di kamar nomor 5 lantai 2.


"Semua korban meninggal dikirim ke kamar mayat RSU dr Soetomo untuk diotopsi," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Baca juga: Bayi Dilempar dari Lantai 2 dalam Kebakaran Rumah Kos yang Tewaskan 8 Orang

Sementara 6 korban luka adalah Retno, perempuan 33 tahun mengalami trauma dan terkilir, Starla, bayi perempuan berusia 11 bulan mengalami luka melepuh di kaki dan telinga.

Baca juga: Rumah Kos 2 Lantai Terbakar di Surabaya, 8 Penghuni Tewas Terjebak

Kemudian Sugeng Setiadi, laki-laki 31 tahun mengalami luka patah tangan terbuka di bagian siku kiri dan Sri Fatmawati, perempuan 21 tahun mengalami lecet tangan kanan. Sri disebut sedang hamil 7 bulan, sementara janinnya dalam kondisi sehat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Acara Floating Party Joget dan Minum Bir di Atas Danau Toba Menuai Kontroversi, Ini Kata Penyelenggara

Acara Floating Party Joget dan Minum Bir di Atas Danau Toba Menuai Kontroversi, Ini Kata Penyelenggara

Regional
Close Ads X