Ingat Penyanyi Dangdut Ida Laila? Begini Kondisinya Sekarang

Kompas.com - 29/03/2018, 18:11 WIB
Ida Laila (kanan) ditemani anak menantunya KOMPAS.com/Achmad FaizalIda Laila (kanan) ditemani anak menantunya

SURABAYA, KOMPAS.com - Ida Laila, penyanyi dangdut melayu legendaris era 70-an yang populer dengan lagu-lagunya seperti "Sepiring Berdua", "Keagungan Tuhan" dan "Siksa Kubur", kini sedang terbaring sakit.

Penyanyi berusia 75 tahun itu hanya bisa berbaring di tempat tidur dan duduk di atas kursi roda di kediamannya di Jalan Cancer Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari Surabaya. "Penyakitnya banyak. Ada kencing manis dan kolesterol," kata Mulyono, suami Ida Laila.

Sakit yang diderita biduan bernama asli Murahwati itu sudah lama. "Sudah sekitar 6 tahun. Pernah juga dirawat di Rumah Sakit Islam Surabaya," jelasnya.

Ida Laila menurutnya sudah lama meninggalkan dunia tarik suara. Sebelum sakit, istrinya justru sering diundang untuk berceramah agama. Di tengah-tengah ceramahnya itulah, dia menyisipkan suara emasnya menyanyikan lagu-lagu populer yang dibawakannya.

(Baca juga : Didiek SSS: Kris Biantoro Menangisi Nasib Artis Musik Indonesia )

Undangan ceramah tidak hanya di Surabaya, namun juga banyak dari luar kota seperti Lamongan, Gresik, hingga Jawa Tengah. "Sekarang sudah tidak lagi, ngomong saja susah," ucapnya.

Menjalin keluarga dengan Mulyono, Ida Laila dikaruniai 5 orang anak. Seorang di antaranya sudah meninggal dunia. Sejak sakit, ada beberapa artis yang sempat menjenguk Ida Laila. "Evie Tamala dan Ike Nur Janah pernah menjenguk ke sini," jelasnya.

Selama berkarir di dunia musik dangdut melayu, Ida Laila menelurkan puluhan album dengan berkolaborasi dengan sejumlah musisi tanah air, di antaranya Mus Mulyadi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Regional
Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Regional
Prosesi Adat Moloopu Sambut Brigjen Pol Wahyu Widada Sebagai Kapolda Gorontalo

Prosesi Adat Moloopu Sambut Brigjen Pol Wahyu Widada Sebagai Kapolda Gorontalo

Regional
Rumah Soekarno di Kampung Lawang Seketeng Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Rumah Soekarno di Kampung Lawang Seketeng Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Regional
Peringati HKN, Ada 'Screening' Talasemia Gratis di Banda Aceh

Peringati HKN, Ada "Screening" Talasemia Gratis di Banda Aceh

Regional
Pemkab Kudus Terima Opini WTP meski Bupati Kena OTT

Pemkab Kudus Terima Opini WTP meski Bupati Kena OTT

Regional
Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X