NEWS
Salin Artikel

Puluhan Unggas di Kota Batu Mati Mendadak, Peternak Trauma

Salah satu peternak, Rosik, yang memelihara 75 ekor ayam dan mentok harus kehilangan semua hewan ternak yang dipelihara tanpa tahu penyebab kematiannya.

"Dari sekitar Maret, kejadiannya cepat dan beruntun. Sehari ada saja yang mati, kadang satu atau dua, pernah sampai lima," kata Rosik saat ditemui di rumahnya, Rabu (22/6/2022).

Awalnya, Rosik menemukan seekor ayamnya yang terkulai lemas di pagi hari. Sore harinya ayam itu mati. 

Kejadian itu terulang kembali pada ayam-ayamnya yang lain hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Semua ayamnya sudah habis tak bersisa.

"Jadi kalau pagi satu ekor lemas, terus sorenya sudah mati. Lainnya juga gitu, sore lemas, besok pagi sudah mati. Ya rata- rata sehari bisa sampai lima ekor ayam yang mati," katanya.

Rosik yang menjalani usahanya itu selama dua tahun merasa rugi dengan kejadian yang menimpanya. Apalagi saat mati, ternak ayamnya dalam kondisi gemuk.

Setiap ekor ayam yang mati diperkirakan memiliki harga sekitar Rp 500.000.

"Itu ayam jenis bangkok sama pelung, harganya sekitar Rp 500.000 setiap ekor," katanya.

Kini Rosik mengaku belum berani mengisi kandangnya dengan ternak ayam karena masih merasa trauma dengan peristiwa tersebut. 

Penjelasan Pemkot

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan dari peternak tersebut.

DPKP Kota Batu pun, kata dia, tidak bisa mencari tahu lebih lanjut penyebab kematian unggas-unggas tersebut.

"Peternak itu enggak lapor ke kita. Kalau ada laporan bisa kita ambil sampel untuk di uji lab," kata Sugeng saat dihubungi via telepon. 

Meski demikian, Sugeng telah meminta peternak itu datang ke Puskeswan agar kandang unggasnya disemprot disinfektan. 

"Peternaknya sudah diminta untuk ke Puskeswan, diberi disinfektan untuk kandang-kandangnya," ucapnya. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mengimbau peternak segera melapor jika menemukan unggas dalam kondisi tidak sehat.

Selain itu, kata Sugeng, sterilisasi atau pembersihan kandang juga perlu rutin dilakukan oleh para peternak.

"Bila terjadi sesuatu hal apa-apa diharapkan melaporkan ke dinas. Kemudian sterilisasi atau pembersihan kandang juga harus rutin dilakukan. Sebenarnya peternak itu sudah diberikan pembinaan sama dinas, mereka seharusnya sudah bisa menangani sendiri," katanya.

https://surabaya.kompas.com/read/2022/06/24/101023478/puluhan-unggas-di-kota-batu-mati-mendadak-peternak-trauma

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.