NEWS
Salin Artikel

Rumah di Malang Terbakar Diduga akibat Korsleting, Begini Kronologinya

Rumah tersebut milik Saminah (58), di Jalan Klampok Kasri, Gang 2 D, RT 8 RW 2, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Sebelum terbakar, anak Saminah bernama Resintia Kristina Sandi (25) sedang bermain ponsel di kamar yang berada di lantai dua.

Kemudian secara tiba-tiba, charger yang masih terpasang di stop kontak mengeluarkan percikan api akibat korsleting.

"Anak saya yang ngomong, kakaknya posisi lagi main ponsel, terus charger-nya masih nempel di stop kontak. Tiba-tiba, ada percikan api," kata Saminah di lokasi, Jumat.

Percikan api itu lalu membesar sehingga kebakaran tak terhindarkan menghanguskan isi bangunan di lantai dua.

"Saya waktu itu baru pulang dari pasar, jalan kaki menuju rumah, saya lihat ada asap tebal. Saya kira tetangga yang sedang bakar-bakar. Ternyata rumah saya," kata Saminah dengan wajah bersedih.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun, anak Saminah, Resintia menderita luka bakar ringan di lengan kanan dan sekitar pelipis mata.

Luka itu didapat Resintia setelah menolong ayahnya. Saat kebakaran terjadi, sang ayah, Wandi, sedang tidur.

"Posisi di rumah ada tiga orang, suami saya sedang tidur, anak saya itu juga di lantai dua, satunya di bawah sama temannya pas udah pulang, saya tahu ada kebakaran dari luar, saya suruh orang di dalam keluar," katanya.


Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Teguh Budi Wibowo mengatakan, diduga penyebab awal kebakaran karena korsleting.

Namun, pihaknya masih menunggu kepastian hal tersebut dari hasil analisa olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) tim kepolisian.

"Laporan awal masuk sekitar pukul 17.20 WIB. Kemudian enam mobil dan 20 personel kami terjunkan, untuk kendala akses masuk ke dalam lokasi, kemudian gangnya sempit, cukup padat, juga mempersulit kinerja kita," katanya.

Pemadaman rumah itu sedikit terkendala karena adanya tumpukan barang bekas berbahan plastik. 

Teguh menambahkan, terdapat dua bangunan yang terbakar. Salah satu rumah memiliki luas sekitar 4x6 meter. Sementara bangunan lainnya memiliki luas 2x3 meter.

"Enggak terlalu luas tetapi bahan yang terbakar cukup membuat sulit pemadaman, karena ada bahan plastik seperti tumpukan barang rongsokan yang cukup banyak," katanya.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk pemadaman api. Akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

https://surabaya.kompas.com/read/2022/06/03/222306578/rumah-di-malang-terbakar-diduga-akibat-korsleting-begini-kronologinya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.