NEWS
Salin Artikel

"Ke Mana Satgas Saat Ada Pasien Covid-19 Meninggal? Saya Harus Menguburkan Bersama Warga"

Ketegangan yang terjadi antara Sapuri dengan Kapolsek Masalembu Iptu Sujarwo pada Kamis (5/8/2031).

Peristiwa itu bermula ketika Kapolsek meminta surat izin hajatan perkawinan. Sapuri tidak bisa menunjukkan surat izin tersebut.

Sapuri mengatakan, izin secara lisan dari dirinya sudah bisa dianggap melebihi surat tertulis.

"Kapolsek seperti mencari-cari masalah terus. Saya tegaskan bahwa saya ini surat izinnya. Apa kurang jelas kalau saya sudah mewakili surat izin," kata Sapuri saat dihubungi lewat telepon, Senin (9/8/2021).

Sapuri mempertanyakan peran Satgas Covid-19 di Kecamatan Masalembu yang disebut tak pernah ada ketika dibutuhkan masyarakat.

Sapuri menyebut, satgas muncul ketika melarang hajatan masyarakat, seperti yang terjadi pada Jumat (6/8/2021).

"Ke mana Satgas saat ada pasien Covid-19 meninggal? Saya harus memandikan sendiri, menguburkan sendiri bersama warga. Kalau mau mati karena corona, saya mungkin sudah mati. Kecuali saya ditembak, mungkin sekarang saya bisa mati," ujar Sapuri.

Menurut Sapuri, ada banyak kegiatan yang menimbulkan kerumunan di Masalembu. Seperti kegiatan selamatan atau rokat, sabung ayam, dan tahlilan.

Kegiatan tersebut, kata dia, bisa melibatkan 500 orang lebih. Sapuri mengeklaim, kegiatan itu tak dibubarkan polsek dan satgas.

"Di hajatan perkawinan itu tidak ada hiburannya, tidak mengundang penyanyi. Acaranya hanya akad dan pembacaan salawat. Tapi dipersoalkan," ungkap Sapuri.


Bantah ada pelanggaran prokes

Kapolsek dan Satgas Covid-19 kecamatan menyambangi lokasi rumah warga pada H-1 hajatan.

Namun, Sapuri membantah kedatangan Kapolsek dan Satgas Covid-19 karena ada pelanggaran protokol kesehatan.

Saat itu, tak ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Hanya keluarga yang membantu memotong sapi untuk kepentingan hajatan.

"Tandon air untuk cuci tangan sudah disiapkan. Masker sudah dibagikan," imbuh pria kelahiran Pamekasan ini.

Sebelumnya, Kapolsek Masalembu Iptu Sujarwo dan Kades Sukajeruk Masalembu, terlibat adu mulut di rumah warga yang hendak melaksanakan hajatan perkawinan.

Sujarwo dibentak oleh Sapuri karena menegur dan melarang pelaksanaan hajatan perkawinan.

"Kata-katanya kasar dan tidak beretika sebagai Kades," kata Sujarwo.

Peristiwa itu, kemudian dilaporkan ke Kapolres Pamekasan. Polres akan berkomunikasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Masalembu agar Sapuri diproses hukum.

(KOMPAS.com - Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Editor: Robertus Belarminus)

https://surabaya.kompas.com/read/2021/08/10/124214078/ke-mana-satgas-saat-ada-pasien-covid-19-meninggal-saya-harus-menguburkan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.